Musium Pleret
Sunday, December 31, 2017
Friday, December 1, 2017
DIATAS RATA RATA
Mengukur dengan kata 'Diatas rata rata".
Filosafi "Diatas rata rata"
Pelajaran hidup, pilihan hidup, standar hidup melalui perumpamaan "Diatas rata rata ' muaranya kehidupan akherat seorang manusia.
Jangan salah mengukur.
Berfilosofi lah dgn benar.
Jadikan pelajaran hidup, pilihan hidup.
Bermuaralah pada ajaran Rosulullah Muhammad SAW. Teladani ajaran rosul.
Mengukur dengan iman
Berfilosofi dengan iman.
Belajar berserta iman.
Iman islam kaffah.
اِنَّ الدِّیۡنَ عِنۡدَ اللّٰہِ الۡاِسۡلَامُ ۗ وَ مَا اخۡتَلَفَ الَّذِیۡنَ اُوۡتُوا الۡکِتٰبَ اِلَّا مِنۡۢ بَعۡدِ مَا جَآءَہُمُ الۡعِلۡمُ بَغۡیًۢا بَیۡنَہُمۡ ۗ وَ مَنۡ یَّکۡفُرۡ بِاٰیٰتِ اللّٰہِ فَاِنَّ اللّٰہَ سَرِیۡعُ الۡحِسَابِ
Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
Thursday, September 14, 2017
Detik2 meninggal nya Rosulullah
DETIK-DETIK WAFATNYA RASULULLAH YANG MEMBUAT UMAT MUSLIM MENITIKKAN AIR MATA
Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Ku wariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku."
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu.
Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.
Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
"Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak dikenang.
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah? " tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar kabar ini? " tanya Jibril lagi. "Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu Jibril?"
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku". Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii, ummatii, ummatiii" - "Umatku, umatku, umatku" Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wasalim 'alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Kirimkan kepada sahabat-2 muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan RasulNya mencinta kita. Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.
Wednesday, August 30, 2017
Keseimbangan
Aku tak secantik dan semulia yg kau bayangkan karena Allah yang menyadarkanku.
Tapi engkau boleh menghina dan merendahkan Aku , karena aku yakin Allah yang akan memuliakan dan meninggikan aku, bahkan menutup seluruh aibku
Tugas manusia bukan memandang, membayangkan, menilai...karena ada kecondongan yang tak seimbang..,..
Padanglah bayangkanlah dan nilailah dengan sekedarnya.....jadikan sebagai hikmah
Padanglah bayangkanlah dan nilailah lalu yakinlah bahwa Allah Tuhan Maha Penyeimbang,.....
Al Bari'
Tuesday, August 29, 2017
Olahan bunga Rosela
Manfaat bunga rosela untuk kesehatan adalah:
1. Mengobati Batuk
2. Menyembuhkan Batu Ginjal
3. Obat Kanker
4. Mencegah kekurangan vitamin C
5. Obat Tekanan Darah Tinggi
6. Mengobati Lemah syahwat
7. Obat Penyakit kulit
8. Obat Luka
9. Membantu proses pencernaan
10. Penyaring racun pada tubuh
11. Mengobati Lesu
12. Menyembuhkan demam
13. Obat diabetes
14. Obat asam urat
15. Mencegah sariawan
16. Antioksidan
Tersedia olahan bunga rosela
1. Teh celup rosela merah. Rp. 20.000
2. Teh celup rosela ungu. Rp. 25.000
3. Bunga rosela merah kering Rp. 20.000
4. Bunga rosela ungu kering. Rp. 25.000
5. Teh rosela gelas. Rp. 2.000
6. Sirup rosela
7. Manisan rosela. Rp. 7.000
8. Copi rosela cup. Rp. 10.000
Dll
Minat hub
Wa. 083856946882
Pin. 5375f030
Opak Cap Teratai
Opak ori / gurih
Opak pedas
Opak kacang hijau
Per 1 ons Rp. 6.000
Pemesan
WA 083856946882
Pin 5375f030
Friday, August 18, 2017
Mengapa ???
1. Mengapa harus saya yg dikaruniai petunjuk gps (global position sistem) iman islam ?
Karena Allah maha berkehendak memberikan hidayah kepada siapa yg dikehendaki.
Dengan cara NYA sendiri seperti perintah didikan anak kamu sesuai dgn jamannya.
Karena belajar dgn cara dijamannya akan mempermudah pemahaman, seperti filosofi / pelajaran hidup / perantara kalam.
Saya tdk seperter ustad ulama besar tapi apa yg diilhamkan ke saya inn syaa Allah mudah difahami semua orang. Semudah dan sedangkal saya memahami agama saya.
Mudah mudah walau mudah akan jadi jalan mudah menuju surganya Allah...aamiin...
2. Mengapa tulisan ini tanpa referensi, literatur, pustaka, dan sebutan lain ?
Karena keyakinan penulis bahwa al qur'an tersurat dan tersirat, Allah menghendaki hidayah kepada siapa saja yg dikendaki.
Tulisan ini sepenuhnya mengandalkan apa yg telah tersirat dalam hati dan pikiran nya saja.
Tapi tidak menutup kritik dan saran apa bila memang diluar al qur'an dan sunah.
Mungkin tulisan ini lebih mendekat kepada metode kualitatif. Informan kuncinya mengandalkan hati, pikiran penulis dan hidayah ilmu dari Allah SWA.
Mudah mudah an bisa jadi petunjuk jalan menuju surganya Allah ...aamiin..